Senin, 07 Mei 2018

Media Harus Adil dalam Pemberitaan Pemilu

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyoroti pemberitaan pilkada dan pemilu. Seluruh media diminta adil dan berimbang dalam memberikan pemberitaan. 

"Seluruh media di Indonesia diminta untuk berlaku adil dan setara, serta berimbang dalam pemberitaan," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam acara diskusi publik 'Peran Media dalam Mewujudkan Pemilu Damai dan Berintegritas', di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).


Arief mengatakan hal berimbang harus dilakukan dalam penayangan iklan. Waktu yang diberikan dalam penayangan iklan harus adil antara satu dan yang lain. 

"Penyediaqn slot waktu harus sesuai, kalau satu dikasih 30 detik, semua harus dapat 30 detik, kalau satu tayang 3 kali maka semua tayang 3 kali, adil tidak boleh berbeda, tidak boleh melakukan blocking segment," kata Arief.

Sebab, menurut Arief, peran media dapat memberikan pengaruh bagi masyarakat. Menurutnya, media juga dapat menentukan apakah pemilu dapat berjalan damai. 

"Selain penyelenggara, media massa, cetak, lektronik, tokoh agama, pemuda itu memberi pengaruh terhadap jalannya kepemiluan. Peran media sangat penting menumbuhkan Pemilu ini damai berintegritas atau tidak," tuturnya.


Senada dengan Arief, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan kesuksesan pilkada dan pemilu jadi tanggungjawab berbagai pihak. Salah satunya media.

"Pemilu Pilkada ini bukan hanya jadi tanggung jawab (penyelenggara) pemilu tapi seluruh hal yang terkait. Bagaimana mensukseskan pilkada tentu dari seluruh aspek yang ada media punya peran besar bagaimna mensukseskan pemilu dan pilkada," kata Abhan.

Sementara, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Yuliandre Darwis mengatakan saat ini media memiliki banyak konten dalam pemberitaan. Namun, menurutnya, seluruh media telah sesuai dalam pemberitaan dengan menampilkan fakta dan kebenaran.

"Kalau kita kumpulkan data konten saya yakin literasinya lebih kuat, satu dua tiga mungkin muncul tafsiran seolah gesekan tapi adalagi media yang muncul dengan fakta yang benar. Saling timpa-menimpa dalam informasi tapi ujungnya kebenaran," kata Andre.

"Semua itu bisa diatur dengan baik dan kami pikir semua sudah berarah pada yang baik, mohon kita jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri atau kelompok," sambungnya. 
Load disqus comments

0 komentar