Minggu, 29 April 2018

Cawagub Uu Terima Keluhan Pengusaha UKM

Subang - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ulum, melakukan kunjungan ke Kampung Kalapa, Desa Sindanglaya, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Pada kesempatan itu, ia bertemu dengan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dalam kunjungannya, Minggu (29/4/2018), ia menerima keluhan pelaku UKM terkait bantuan alat untuk meningkatkan kapasitas produksi usahanya. Adapun pelaku usaha UKM di desa tersebut bergerak di bidang budidaya jamur, produksi kasur lantai atau kasur Palembang, dan panganan aneka keripik. 

Pelaku UKM mengeluhkan sulitnya meningkatkan kapasitas produksi karena selama ini masih memproduksi barangnya secara manual. Padahal permintaan pasar terus meningkat. 


Misalnya Abdul Jannah yang memiliki usaha kasur lantai. Ia mengungkapkan untuk produksinya, ia melibatkan sekitar 150 ibu-ibu yang disebar kedelapan kampung untuk menyulam kasur. Abdul hanya bisa menghasilkan 3.000 lembar kasur per bulan karena produksinya dilakukan secara manual. 

"Padahal permintaan pasar cukup tinggi, sekitar 5.000 lembar kasur, tapi tidak dapat dipenuhi karena proses menyulam secara manual hasilnya lambat. Kami mohon ada bantuan mesin sulam yang dapat meningkatkan proses produksi," pinta Abdul.

Sementara itu, Wawan Ridwan yang merupakan pelaku UKM budidaya jamur tiram mengatakan selama ini pengadukan serutan kayu dan bahan baku lain untuk media tanam jamur dilakukan secara manual sehingga hasilnya kurang maksimal. 

"Kami butuh mesin molen, mixer, atau sejenisnya untuk proses mengaduk bahan baku sehingga proses budidaya jamur lebih cepat. Permintaan pasar terus meningkat, tapi kapasitas produksi tidak bisa naik karena terkendala tidak adanya mesin produksi," ujar Wawan yang memasarkan jamur tiram cokelat dan putih hingga ke Tangerang. 

Pengusaha aneka keripik, Yati Maryati, juga mengungkapkan hal serupa. Jika disediakan mesin penggorengan, proses produksinya bisa lebih cepat. Saat melakukan kunjungan ke Kampung Mayang, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Uu juga mendapatkan keluhan yang mirip dari peternak ikan air deras. Keluhannya seputar harga bibit dan pakan ikan yang mahal. 


"Ketika harga bibit dan pakan ikan mahal, tapi harga jual fluktuatif, kadang tinggi kadang rendah. Pas rendah kami rugi," jelas Dodi, peternak ikan air deras. 

Menanggapi hal tersebut, Uu memberikan solusi melalui program Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul) yaitu satu desa satu perusahaan. 

"Di program itu tercakup di dalamnya adalah pelatihan SDM, peningkatan alat produksi, pelatihan marketing digital, bantuan modal, hingga bantuan pemasaran oleh gubernur," ujar Bupati Tasikmalaya dua periode ini. 

Uu juga mengungkapkan Rindu punya program Kredit Mesra (Mesjid Sejahtera). Pelaku UKM yang kekurangan modal bisa memanfaatkan program ini. Jadi kredit akan disalurkan melalui masjid dengan skema pinjaman lunak, tanpa agunan, dan tanpa bunga. Cara mengaksesnya dengan datang ke masjid, lalu minta rekomendasi pinjaman dari Ketua DKM. 

"Program ini untuk mengentaskan masyarakat dan pelaku UKM dari jerat renternir .Masalah-masalah ini akan saya inventarisir. Jika kelak takdir Allah, Rindu memimpin Jabar, maka ini akan dijadikan bahan untuk dipertimbangkan dalam membuat keputusan," ujar Uu. 
Load disqus comments

0 komentar