Kamis, 29 Maret 2018

Kriteria Capres dan Cawapres Indonesia Menurut Buya Syafii

Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii setuju jika pendamping Presiden atau Wakil Presiden RI nanti berasal dari tokoh Islam. Namun dia mengatakan sosok tersebut harus berpotensi menjadi negarawan.

"Saya setuju (tokoh Islam). Bisa santri dan luar Jawa. Tapi cari orang yang punya potensi negarawan, bukan sebagai politisi, pasti ada kita cari," ujar Buya Syafii di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamus (29/3/2018).

Buya Syafii menjelaskan cawapres nanti juga harus memiliki integritas dan berusia muda. Paling penting, katanya, cawapres tersebut harus siap menjadi presiden pada 2024.


"Orang itu mempunyai integritas dan umur relatif muda, sejajar hampir sama dengan Jokowi. Dan ketiga, bisa bekerja sama dengan pilihannya. Harus siap menjadi presiden pada 2024. Untuk pendamping itu, kalau nanti sekaligus berhenti, terputus. Oleh karena itu, media harus mencari, kita harus cari, masak dari 263 juta nggak ada, pasti ada, dong," jelasnya.

Sementara itu, untuk kriteria calon presidennya, Buya Syafii tidak memiliki kriteria khusus. Dia berharap capres nanti memiliki kriteria yang sama dengan cawapres yang sudah disebutkan sebelumnya. "Hampir sama (kriteria capres)," ucap Buya.


Saat ditanya, presiden saat ini sudah masuk dalam kata sempurna, Buya mengatakan tidak. Namun dia menilai Presiden RI saat ini memiliki kinerja yang belum pernah dilakukan presiden sebelumnya. Salah satu yang disorotnya adalah pencapaian pembangunan infrastruktur.

"Dia (Presiden Jokowi) telah menunjukkan kinerja yang menurut saya belum dilakukan oleh presiden yang lalu. Infrastruktur yang paling pokok. Yang kedua dia punya nyali untuk berbeda pendapat dengan orang yang mencalonkannya," paparnya. 
Load disqus comments

0 komentar